skip to main |
skip to sidebar
Pemilik : Pribadi
Peruntukan : Rumah Tinggal pribadi
Lokasi : Jakarta
Luas Lahan : ± 60 m2
Luas Bangunan : ± 81 m2
Perancangan : Agustus – Oktober 2007 (Dezeru Art & Design)
Konstruksi : -
Seorang teman menghubungi Dezeru di awal Agustus 2007, menyampaikan permintaan saudaranya untuk dibantu merancang rumahnya. Data lahan dan kebutuhan ruang juga disertakan bersama permohonan ini. Karena ini merupakan proyek renovasi, Dezeru meminta tambahan data berupa foto rumah yang akan dirombak. Karena berada di kota yang berbeda, komunikasi dilakukan melalui email.

Setelah mendapat semua data yang dibutuhkan, Dezeru memulai proses perancangan. Dari data yang ada, Dezeru mendapati bahwa lahan yang tersedia cukup kecil sementara kebutuhan ruang cukup banyak. Karena itu Dezeru mencoba memaksimalkan ruang yang ada dengan cara memanfaatkan semua ruang yang terbentuk, bukan hanya secara horisontal tapi juga secara vertikal. Ruang-ruang dibuat dapat menampung berbagai kegiatan yang dapat dilakukan secara bergantian. Ruang-ruang yang bersebelahan dibuat menyatu dengan perabot sebagai batas dan penanda kegiatan yang ditampung. Sirkulasi udara dan cahaya juga menjadi bagian penting dari ruang-ruang yang akan dibuat, dengan membuat ruang dalam yang terbuka ke ruang dalam dan bukaan yang besar. Tampak Depan dibuat sederhana dan sesuai kebutuhan ruang di belakangnya.
Dezeru pun mengajukan gambar denah dan tampak depan kepada Pemilik, disertai dengan penjelasan desain dan kemungkinan tahapan pembangunan untuk menyesuaikan dengan kemampuan Pemilik. Pemilik menyukai gagasan ini. Namun, ada beberapa bagian sedikit dirubah, yaitu pada bagian tangga, dapur serta ruang cuci, jemur dan setrika. Dezeru juga diminta memberikan beberapa rancangan tampak depan sebagai pilihan lain.
Dengan masukan dari Pemilik, Dezeru melakukan beberapa perubahan pada denah dan tampak. Hasil rancangan akhir yang disetujui diserahkan ke pemilik. (YTM)
Penyelenggara : Seri Rumah Ide
Peruntukan : Kamar Mandi untuk tempat tinggal di daerah pegunungan
Ukuran Ruang : 3 m x 4 m
Waktu Sayembara : April 2007 – Juli 2007 (Dezeru Art & Design)
Merupakan dapur dari sebuah rumah mungil, di mana ruang-ruang yang ada terbatas ukurannya. Dapur dibuat dapat mengakomodasi semua kegiatan terkait (integrated) dan lengkap dengan ruang penyimpanan, namun tidak mengurangi ruang (space) untuk fungsi-fungsi lainnya. Merupakan ruang yang menyatukan berbagai fungsi di dalamnya yang dapat digunakan saling bergantian dan atau bersamaan.
Perspektif Denah
Ruang dibagi menjadi 4 bagian, yaitu Dapur, Ruang Makan, Ruang Penyimpanan dan Tangga. Dapur sebagai fungsi utama, meliputi ruang untuk penyimpanan bahan makanan & peralatan yang sering digunakan, persiapan memasak, pengolahan makanan, pemasakan, dan pencucian. Ruang Makan sebagai fungsi yang berhubungan erat dengan dapur, dapat berfungsi juga sebagai ruang keluarga dan ruang baca, tempat penghuni dapat berkumpul dan bersantai. Ruang Penyimpanan merupakan fungsi tambahan dari dapur yang cukup penting, berguna untuk menyimpan bahan makanan dan peralatan yang dipakai saat memasak pada saat-saat tertentu dan juga dapat dipakai untuk menyimpan barang-barang lain yang jarang digunakan. Tangga sebagai fungsi sirkulasi yang cukup memakan tempat, dipergunakan juga sebagai tempat penyimpanan untuk dapur dan ruang makan.
Dapur, Ruang Makan, Ruang Penyimpanan dan Tangga
Keutuhan (Integrity) dari ruang-ruang tersebut dibuat melalui pemakaian Warna (Colour) dan perletakan Unsur (Element). Terdapat satu dinding dengan warna mencolok untuk menyatukan fungsi-fungsi yang berbeda tersebut, yaitu warna merah yang sekaligus sebagai penggugah selera makan. Juga terdapat satu unsur pengikat yang terdapat di semua fungsi tersebut, yaitu kitchen hood yang menerus dari dapur melalui ruang makan.
Dinding satu warna dan Kitchen Hood
Memasak sebagai aktivitas yang terkadang dinilai rumit dan sulit (Complicated) bagi sebagian orang. Dengan penggunaan material yang Rapi (Clean) dan pemilihan bentuk yang Sederhana (Simple), didapatkan suasana pendukung yang akan membuat proses memasak jadi menyenangkan. Material yang dipakai berupa material dengan permukaan halus dan licin, yaitu metal dan kaca. Juga material yang diberi finishing yang halus dan licin, yaitu kayu. Ruang-ruang yang ada dilengkapi dengan perabot yang dibuat dalam bentuk-bentuk geometris sederhana. Di mana setiap ruang dan fungsi yang diwadahi hanya dilengkapi perabot-perabot yang diperlukan saja, sehingga ruang terlihat lebih lega. Misalnya di Ruang Makan hanya terdapat meja, untuk memasak digunakan kompor yang ditanam ke meja. Suasana ruang semakin terasa sederhana dengan penggunaan warna dasar dengan jumlah sedikit dan warna dari material itu sendiri, yaitu coklat dari kayu, perak dari logam, hitam dari meja dapur serta putih, merah dan hijau dari cat. (YTM)
Perabot dengan permukaan halus dan licin
Dapur dengan perabor bentuk geometris
Ruang Makan dengan perabot yang diperlukan
Ruang sederhana dengan warna
Penyelenggara : Seri Rumah Ide
Peruntukan : Kamar Mandi untuk tempat tinggal di daerah pegunungan
Ukuran Ruang : 3 m x 4 m
Waktu Sayembara : April 2007 – Juli 2007 (Dezeru Art & Design)Kompetisi Perancangan Ruang Dalam kedua kami. Diadakan oleh Seri Rumah Ide, buku mengenai Arsitektur dan Ruang Dalam keluaran Imelda Akmal Architecture Writer, merupakan salah satu dari rangkaian Lomba Fasad-Lomba kamar Mandi-Lomba Dapur. Dikerjakan selama sekitar 1 bulan.
Dezeru bertemu untuk bertukar pendapat mengenai dapur dan kecenderungan yang ada. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dapur, perletakan dapur, dll. Dezeru melihat bahwa dapur merupakan salah satu fungsi yang sangat penting dalam sebuah rumah, yaitu sebagai tempat memasak makanan bagi penghuni rumah. Untuk memasak makanan diperlukan berbagai peralatan dan bahan makanan dengan jumlah tertentu. Pemakaian peralatan dan bahan makanan yang hanya pada saat-saat tertentu, membuat sebuah dapur memerlukan ruang (space) yang tidak sedikit untuk menyimpan semuanya pada saat tidak dipakai. Padahal dalam sebuah rumah terdapat fungsi-fungsi lain yang juga memerlukan ruang, sehingga kebutuhan ruang penyimpanan itu tidak bisa dipenuhi seutuhnya, terutama pada rumah dengan luasan terbatas.
Beranjak dari pemikiran itu, Dezeru pun mengambil pergantian fungsi dan pemakaian peralatan pada proses memasak sebagai dasar perancangan dapur, dapur yang dapat menampung seluruh kegiatan yang berhubungan dengan pemenuhan salah satu kebutuhan pokok manusia.
Dari konsep yang menjadi dasar perancangan ini, Dezeru menentukan ruang dan kegiatan apa saja yang akan ditampung. Lalu dicari titik temu yang akan mempersatukannya. Dezeru juga menentukan lokasi dapur serta hubungannya dengan ruang dalam lain dan ruang luar. Ukuran ruang telah ditentukan oleh panitia sayembara. (YTM)
Penyelenggara : Seri Rumah Ide
Peruntukan : Kamar Mandi untuk tempat tinggal di daerah pegunungan
Ukuran Ruang : 3 m x 4 m
Waktu Sayembara : April 2007 – Juni 2007 (Dezeru Art & Design)Merupakan kamar mandi yang terletak di dalam kamar tidur dengan pemandangan hutan dan pegunungan. Kamar mandi dibagi menjadi dua area, Area Kering (Dry Area) dan Area Basah (Wet Area). Pembagian ini berdasarkan tingkat penggunaan air dari kegiatan-kegiatan yang terjadi di kamar mandi.
Perspektif Denah
Area Kering (Dry Area) menampung fungsi tambahan sebagai penunjang fungsi aktivitas utama di kamar mandi, yang membutuhkan ruang yang ‘kering’. Merupakan sebuah ruang pribadi yang nyaman untuk beraktivitas tanpa takut terkena air. Terdiri atas ruang untuk Menaruh pakaian bersih yang akan dipakai, Melepaskan dan mengenakan pakaian, Meletakkan pakaian kotor, serta Menyimpan cadangan keperluan mandi dan perawatan kamar mandi. Konsep ‘Kering’ diaplikasikan melalui material yang kasar dan bertekstur untuk melambangkan kesan hangat dan kering, yaitu kayu dan batu. Pada salah satu sisi area ini yang berhubungan dengan ruang lain dalam rumah, dipasang papan kayu dengan jarak tertentu sehingga timbul celah. Celah ini dimaksudkan untuk mempertegas kesan ‘Kering’.
Area Kering (Dry Area)
Di area ini juga terdapat Area Semi Basah (Half-Wet Area), yang memerlukan penggunaan air sebagai elemen dari Area Basah (Wet Area). Terdiri atas wastafel tempat menggosok gigi, mencuci muka dan merias wajah. Adanya “pencampuran area’ ini diperlihatkan melalui pemakaian material Area Kering (Dry Area) dan Area Basah (Wet Area) sekaligus.
Area Semi Basah (Half-Wet Area
Area Basah (Wet Area) mewakili fungsi dasar kamar mandi yang bersifat ‘Basah’ dan ‘Bebas’, dengan air sebagai elemen utama rancangan. Semua elemen ruangan disiapkan untuk kondisi ‘Basah’ dengan penggunaan material yang licin dan halus, seperti keramik, porselin dan logam. Ketinggan lantai dan langit-langit yang makin menurun sesuai dengan naiknya tingkat ‘Basah’ melambangkan arah aliran air. Kloset, yang tingkat ‘Basah’ paling rendah dan cukup ‘Kering’, sehingga juga disebut sebagai Area Semi Kering (Half-Dry Area), diletakkan di dekat pintu penghubung dengan Area Kering (Dry Area). Shower, dengan tingkat ‘Basah’ sedang, berada di sisi Kloset dan lebih rendah. Untuk memberi pengalaman mandi yang menyegarkan dan membersihkan, tempat keluar air dibuat banyak, 4 di atas dan 3 di tiap sisi. Bath Tub sebagai area yang paling ‘Basah’, diletakkan lebih rendah daripada Shower. Air dialirkan ke dalam bath Tub ini melalui Dinding Air di salah satu sisinya.
Area Semi Kering (Half-Dry Area): Kloset
Area Basah (Wet Area): Shower
Area Basah (Wet Area): Bath Tub
Sedangkan konsep ‘Bebas’ diperlihatkan dengan bukaan yang besar ke arah pemandangan alam di luar, kloset yang tidak menempel dinding dan terpisah dengan tambol penyiram, kaca yang transparan sebagai pembagi ruang, cermin yang memperluas ruang pada ketiga dindng, pintu geser yang tidak mengambil ruang, dan dinding air sebagai pengganti keran Bath Tub. (YTM)
Jendela yang menampakkan pemandangan luar dan tempat masuknya udara
Penyelenggara : Seri Rumah Ide
Peruntukan : Kamar Mandi untuk tempat tinggal di daerah pegunungan
Ukuran Ruang : 3 m x 4 m
Waktu Sayembara : April 2007 – Juni 2007 (Dezeru Art & Design)
Kompetisi Perancangan Ruang Dalam pertama kami. Diadakan oleh Seri Rumah Ide, buku mengenai Arsitektur dan Ruang Dalam keluaran Imelda Akmal Architecture Writer, merupakan salah satu dari rangkaian Lomba Fasad-Lomba kamar Mandi-Lomba Dapur. Dikerjakan selama sekitar 1 bulan.
Awalnya Dezeru mengadakan pertemuan untuk bertukar pikiran mengenai ide yang akan dijadikan dasar untuk merancang kamar mandi. Mengenai nilai kamar mandi, kecenderungan pemakaian kamar mandi, dll. Dezeru menemukan satu persoalan menarik, yaitu keberadaan kamar mandi kini tidak lagi menjadi daerah belakang yang terabaikan. Akhirnya Dezeru memutuskan untuk membuat rancangan kamar mandi berdasarkan kegiatan sebelum-selama-sesudah proses membersihkan diri, kamar mandi yang tetap menjaga keamanan dan kenyamanan pribadi penggunanya namun terbuka untuk melahirkan inspirasi.
Setelah menentukan konsep dasar, Dezeru menentukan ruang dan kegiatan apa saja yang akan ditampung dalam kamar mandi ini. Lalu dikelompokkan dan dicari material apa yang sesuai. Dezeru juga menentukan lokasi kamar mandi serta hubungannya dengan ruang dalam lain dan ruang luar. Ukuran ruang telah ditentukan oleh panitia sayembara. (YTM)